Eksplore Pulau Komodo Serasa Hidup Di Jaman Purba

By / In Uncategorized / 0 Comments

Kami menghentikan tahapan seiring dengan timbulnya sesosok kadal berukuran raksasa dari balik belukar. Langkahnya sungguh meyakinkan, dengan cakar-cakar yang panjang pun lancip di keempat kaki kekarnya. Badannya tampak kuat, dan tatapan matanya tajam laksana selayaknya predator. Lidahnya tak henti menjulur terbit masuk dari mulut besarnya yang tampak basah oleh lendir. Secepat kilat, kadal itu kembali masuk ke dalam semak. Sungguh menegangkan petualangan kami di Pulau Komodo, suasananya laksana berada di dalam Jurassic Park. Dikutip https://betwin188.online/ untuk menuju Pulau Komodo Terdapat 3 pulau yang didiami oleh komodo, yaitu pulau komodo, pulau rinca dan pulau padar. Walaupun yang terakhir gue sebut sudah paling jarang dijumpai komodo. Beberapa bulan sebelumnya, gue pernah menginjakkan kaki di Pulau Rinca. Namun, sensasi jurassic park lebih terasa di Pulau Komodo ini.  Berdasarkan keterangan dari penuturan ranger ketika gue mengembara pulau rinca, komodo dragon (varanus komodoensis) yang hidup di pulau komodo mempunyai ukuran yang lebih besar. Rasa penasaran tersebut terus menghantui pikiran. Gue hendak melihat kadal-kadal raksasa ini di pulau komodo. Ssampai akhirnya peluang emas ini datang. Gue pulang ke Labuan Bajo dan mendatangi Pulau Komodo bulan Januari 2013. Seperti sebelumnya, gue datang ke Labuan Bajo dalam rangka penugasan kantor. Tetapi sebab ada masa-masa luang di hari Minggu, kami manfaatkanmasa-masa ini untuk berangjangsana ke pulau komodo. Kunjungan kali ini gue datang bersama rekan sekantor, Arsy dan Pak Oloan. Seperti sebelumnya juga, gue enggak ikut open trip. Janjian sehari sebelumnya dengan empunya kapal guna one day trip ke pulau komodo dan pink beach. Pink beach ini pun sebetulnya berada di pulau komodo, namun berada di sudut pulau yang bertolak belakang dengan dermaga pulau komodo. Biaya yang kami keluarkan untuk mencarter 1 kapal ialah sebesar IDR 1.500K (exclude logistik). Tarifnya naik 50% dibanding trafik kesatunyaris setahun sebelumnya, alasannya sebab harga bbm yang semakin mahal. Oke, deal!! Minggu pagi, kami juga berangkat. Perlu masa-masa 3,5 jam perjalanan dari dermaga Labuan Bajo hingga dengan dermaga kedatangan di Pulau Komodo. Seperti perjalanan ke Pulau Rinca, perjalanan ke Pulau Komodo punbakal disuguhi pemandangan menakjubkan yang ikonik dan barangkali tidak ditemukan di lokasi lain di Indonesia. Kita pun akan melalui Pulau Rinca dan pun Pulau Padar. Sensasi Jurassic Park di Pulau Komodo Perkampungan suku Bajo menyambut kami sesaat sebelum kapal tiba di dermaga Loh Liang (nama yang diserahkan penduduk setempat guna pulau komodo). Suku Bajo bukanlah warga asli pulau komodo. Seperti anda tahu, suku Bajo ialah penakluk ganasnya lautan yang eksistensinya tersebar kesekian banyak  daerah di Indonesia, tergolong salah satunya di perairan komodo ini. Di samping ulung dalam melintasi lautan, keistimewaan orang-orang gypsy (red-suku Bajo) yang menempati pulau komodo ialah tahu bagaimana berbagi distrik dengan fauna purba yang mematikan, komodo. Kapal merapat dan kami mengarah ke area lokasi tinggal ranger. Samalaksana di pulau rinca, komodo bakal sangat tidak sedikit dijumpai di area lokasi tinggal ranger. Hal itu dikarenakan di area lokasi tinggal ranger ada dapur yang wewangian masakannya mengundang kedatangan komodo. Di lokasi ini pun terdapat tidak sedikit penjual makanan dan souvenir.  Setelah berlalu mengurus administrasi, kami didampingi seorang rangermengembara pulau. Untuk ketenteraman dan kenyamanan pengunjung, rangermembawa sebuah tongkat dengan ujung berbelah yang dapat digunakanguna menghalau komodo. Seperti biasa, kami memilih jalur medium darisejumlah pilihan trekking yang ditawarkan. Awalnya gue bercita-cita ada jalur trekking ke perbukitan laksana di Rinca, sebab pas di Rinca dulu udah pilih jalur hutan. Tapi sayangnya di pulau komodo melulu ada jalur hutan. Baiklah..  Cerita perjalanan sebelumnya: Hunting Tempat Wisata di Dharmasraya: Air Terjun Timbulun dan Goa Suko Sebelum memulai kegiatan trekking, ranger menjelaskan sejumlah informasimengenai komodo, diantaranya yang gue ingat ialah sebagai berikut: §      Komodo memiliki penciuman yang paling tajam. Bau darah dapat tercium dari jarak sejumlah kilometer. Itulah mengapa wanita yang sedang menstruasi dilarang trekking di sini.§      Walau tampak lamban dan pemalas. Nyatanya komodo bisa berlari sampai 20 km/jam. Manusia biasa pun kira-kira segitu kecepatannya. Jadi, bila seburuk-buruknya kita diburu komodo, anda harus berlari zigzag, tidak boleh lurus. Komodo akan kendala melakukan manuver.§      Komodo memiliki dapat seperti ular, dan liur komodo berisi tidak sedikit bakteri. Hal yang sama dijumpai pada biawak. Umumnya fauna mangsa yang digigit komodo bakal mati sebab infeksi dan darah yang tak membeku selama sejumlah hari.§      Bila hendak melihat anak-anak komodo, simaklah pohon. Anak komodo secara naluri bakal langsung menaiki pohon sesaat sesudah menetas. Hal ini guna menghindari komodo dewasa yang bakal memangsanya. (Kanibal nih si komo)§      Selalu jaga jarak dengan komodo. Jarak aman kira-kira selama 5 meter. §      Selalu sedang di belakang ranger. §      Lihat sekeliling dengan seksama, warna komodo tersamarkan di hutan,sampai-sampai seolah-olah seperti suatu batang kayu yang besar. Trekking di komodo lebih seru daripada di rinca. Beberapa kali guemenyaksikan komodo yang berlangsung di hutan, lebih tidak sedikit dari yang gue temui di rinca. Rata-rata, komodo yang gue temui di hutan lebih kecil ukurannya dikomparasikan dengan komodo-komodo di dekat dapur. Tapi sensasinya jauh lebih lebih menegangkan lho. Kalau di lokasi dapur, komodonya tampak jelas sebab areanya pun lapang, dan kebanyakan melulu dia saja, malas. Nah bila di hutan, anda enggak tahu di mana si komodo berada.