Indahnya Panorama Alor dan Pulau Kepa Bikin Ga Mau Pulang

By / In Uncategorized / 0 Comments

Ini kali kelima gue ditugaskan oleh kantor ke Kabupaten Alor, suatu kabupaten di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, dengan ibukota mempunyai nama Kalabahi. Entah kenapa, gue tidak jarang kali menyambut dengan hendak sekali setiap kali ditugaskan ke kabupaten ini. Mungkin ini tak lepas dari keanehan Alor sendiri, perpaduan keindahan alam dan detakmasa-masa yang seolah berlangsung dengan lebih santai di pulau penghasil buah kenari ini, menciptakan hari-hari dilewati dengan lebihmengasyikkan dan tanpa beban.

 

Cantiknya Alam Alor

Dikutip https://betwin188.org/ Indahnya panorama Alor langsung dapat ditonton sesaat sebelum pesawat tiba di Bandara Mali, bandara kehormatan hati Alor. Bandara ini terletak di ambang pantai yang keindahannya masih paling terjaga. Terdapat suatu pulau kecil yang dikelilingi oleh deretan pohon mangrove, Pulau Sika namanya. Saat air surut, kita dapat ke pulau cantik inimelulu dengan berlangsung kaki dari bandara. Pasirnya putih dengan air laut yang biru, jernih, dan bersih.

 

Dalam perjalanan mengarah ke Kota Kalabahi (ibukota kabupaten Alor), kitapun akan disambut oleh suatu pantai dengan sejumlah gradasi warna cantik dan diberi batas oleh pasir putih. Di tepiannya, tidak sedikit penjual ikan bakar segar. Pantai Mali namanya, tak jauh dari bandara.

 

Kalabahi, Kota Kenari Yang Tenang

Sekitar separuh jam kemudian, sampailah di Kota Kalabahi yang tenang. Takterdapat kemacetan di sini, kemudian lalang kendaraan masih tampak jarang. Kehidupan kota berlangsung dengan santai masing-masing harinya. Udara masih segar dengan melulu sedikit kadar polusi. Alun-alun kota puntidak jarang kali ramai diisi oleh masyarakat yang berolahraga di tiap sorenya Ah, sungguh menyenangkan.

 

Lagi-lagi ke Pulau Kepa

Setiap bertandang ke Alor, tak menyeluruh rasanya bila tak sekalian menyambangi Pulau Kepa, suatu pulau kecil dengan keelokan yang masih terjaga yang sedang di seberang desa Alor Kecil, dengan jarak selama 30 menit dari Kota Kalabahi. Perjalanan mengarah ke Alor Kecil bakal ditemani oleh pemandangan pantai yang gradasi warna lautnya dapat menyihir masing-masing wisatawan. Sedangkan di seberang lautan, tampak sisi beda Pulau Alor. Seolah-olah pulau yang berbeda, yang terpisahkan oleh suatu selat dari daratan utama, tetapi sesungguhnya daratan di seberang tersebut pun adalahbagian dari Pulau Alor.

Setibanya di Alor Kecil, ada 2 teknik menyeberang mengarah ke Pulau Kepa. Pertama dengan memakai kapal motor yang dapat dicarter di dermaga. Kedua memakai perahu dayung tak jauh dari dermaga, yang ditawarkan anak-anak kecil. Cara kedua memerlukan waktu yang lebih lama dengan harga yang lebih terjangkau, namun keseruan yang diperoleh jauh lebih menyenangkandikomparasikan dengan menaiki kapal motor.

 

Gue lebih menyukai teknik kedua, menyeberang memakai jasa perahu dayungkepunyaan anak-anak Alor Kecil. Beberapa kali gue memakai jasa mereka sebelumnya. Namun sebab kali ini berempat, bersama Pak Zen, Pak Dibyo, dan bro Angga, maka kami pilih teknik yang lebih aman dengan memakai kapal motor. Walaupun kami berempat sekantor, bahwasannya kami ke sini dalam rangka penugasan yang berbeda. Gue dengan Pak Zen, dan Uda Angga dengan Pak Dibyo.

 

Cantiknya Si Kecil Kepa

Kaki ini pulang meninggalkan jejak di atas pasir Pulau Kepa di senja itu. Di musim kemarau ini, tampak rumput-rumput di pantai sudah mengering, menimbulkan warna cokelat keemasan. Air laut yang tenanga dan berwarna biru dengan ilusi kristal enggan ketinggalan menyambut kedatangan kami.

 

Rerumputan kering ini tampak begitu unik. Diantara rerumputan coklatnya,sejumlah bunga binal tumbuh diantaranya, sementara pulau alor yang pun tandus tampak di kejauhan, menjadikan spot di sini fotogenik dan instagram-able. Kami tak menyia-nyiakan peluang ini untuk memungut foto.

 

Pulau kecil ini dihuni oleh hanya sejumlah keluarga saja, tergolong sepasang WNA berkebangsaan Perancis dengan 2 putrinya yang lucu. Sepasang WNA ini lah yang menjalankan bisnis cottage dan dive operator di pulau ini, yang mereka beri nama La Petite Kepa (bahasa Perancis yang dengan kata lain Si Kecil Kepa).

 

Kami melulu lewat di cottage ini, sementara penginapan kami sedang di Kota Kalabahi. Kami susuri terus pantainya. Setelah melalui semak dan pepohonan pun pantai pasir putihnya, sampailah kami di di antara spot kesayangan di pulau yang imut ini.

Terdapat bebatuan karang yang menjorok ke lautan. Kami memilih lokasi ini guna duduk-duduk santai sambil menantikan mentari kembali ke peraduannya.