Sensasi Pink Beach Bikin Ga Mau Pulang

By / In Uncategorized / 0 Comments

Setelah mengeksplore pulau komodo, kami menuju Pink Beach untuk mengendurkan syaraf-syaraf yang menegang selama perjumpaan dengan dinosaurus-dinosaurus tersebut. Pilihan yang sangat tepat. Dikutip https://sedayubet.org/ Pink beach merupakan pantai yang sangat cantik yang pernah gue kunjungi, baik bibir pantainya maupun kehidupan di dalam lautnya. Tak ada pantai yang dapat menyihir gue lebih dari pink beach sampai dengan saat tulisan ini dibuat. Betapa mengagumkannya pink beach. Tuhan memang Maha Asik.. Pink Beach masih sedang di Pulau Komodo, namun berada di sisi beda dari dermaga Pulau Komodo. Jadi, tidak boleh heran bila pas kalian ke sini, tiba-tiba terdapat komodo atau jejak kaki komodo, yaaa walaupun jarang. Gue sendiri enggak menjumpai komodo atau jejaknya di sini. Kapal yang kami naiki berhenti agak jauh dari daratan. “Ya hingga di sini aja mas, kapal enggak boleh merapat ke pantai, fobia merusak karang. Masdapat berenang atau memakai kapal dayung nelayan guna ke pantai”, ucap kapten kapal. “Dulu sih boleh mas hingga pantai, tapi sebab merusak karang, akhirnya kini dilarang”, lanjut dia. Di di antara sudut pantai, memang tampak ada larangan guna kapal tiba di pantainya. Sedangkan guna kapal-kapal kecil yang tidak membutuhkan jangkar masih diperbolehkan. Kalaupun gunakan jangkar, barangkali dilokasi yang dangkal yang nggak terdapat terumbu karangnya.Waduh, kok kayanya agak-agak ngeri ya bila harus berenang dari jaraksekitar ini ahaha.. Gue dapat berenang namun saat tersebut masih takut bila harus menempuh jarak cukup jauh di laut. Tapi untung di bawah sudah sigap sejumlah nelayan dengan perahu dayung kecilnya, untukmengirimkan ke pantai. Gue dan Arsy memakai jasa mereka. 1 perahu hanya dapat membawa 1 orang, jadi kami memakai 2 perahu. Sedangkan Pak Oloan menantikan di kapalbareng kapten dan ABK. Pasir pantai yang berwarna pink benar-benar menciptakan gue terkesima. Belum lagi gradasi warna laut yang menyusun 4 warna yang indah. Pink yang menandakan pantai berwarna pinknya, putih yang menandakan pasir putihnya, hijau tosca yang menandakan air semakin dalam, dan biru gelap menandakan air lebih dalam dan diisi terumbu karang. Makin sempurna ketika menengok ke laut, dari atas permukaan laut pun, terumbu-terumbu karang berwarna-warni terlihat paling cantik.. Sedangkan di belakangnya dihiasi bukit tandus dengan permadani rumput coklat khas pulau-pulau di perairan KomodoINI PANTAI TERBAIK YANG PERNAH GUE DATANGI!!! Gue bengong akan keanehan pantai ini.. Perahu hingga di daratan. Di pantai, melulu ada 3 orang bule yang sedang berjemur. Uh, sepi sekali pink beach masa-masa itu. Benar-benar surga duniaaa… Gue dan Arsy bermain pasir layaknya anak kecil. Kapan lagi guedapat mainan pasir dengan warna cantik begini coba.. Bila diacuhkan lebih jelas, pasir pink beach nggak seluruhnya putih. Terdapat warna putih sepeti pasir putih pada umumnya, yang tercampur dengan partikel berwarna merah muda. Kenapa pasir di pink beach berwarna merah muda??? Sejak sebelum mengarah ke pantai ini gue udah bertanya-tanya,, kok dapat ya??? Kalau dari literatur internet, minimal ada 2 hipotesa bakal warnanya. Yang kesatu, memang partikel pasirnya mempunyai warna pink. Yang kedua, warna pink berasal dari partikel-partikel karang yang sudah mati dan terbawa ke daratan. Puas bermain, gue dan Arsy segera mengenakan snorkel gear, kemudian nyebur ke laut dan menerawang apa yang terdapat di dalam laut.. AMAZING!! Cantik banget pemandangan yang gue lihat di dalam laut.. Berbagai jenis karang berwarna-warni terlihat mengisi dasar laut di dekat pantai.. Berbagai jenis ikan warna-warni juga sibuk berenang kesana kemari menghindari kami. Ukurannya terdapat yang kecil dan terdapat yang cukup besar. Ikan kerapu juga mudah disaksikan di sini. Duh jadi lapar… Gue udah pernah snorkeling di sejumlah spot lainnya. Pulau Kepa Alor, Pelabuhan Bolok Kupang, Pulau Pari Kepulauan Seribu, Pulau Pamutusan Padang, Pulau Pahawang Lampung, Pulau Kanawa Komodo, dan Pulau Bidadari Komodo. Berdasarkan keterangan dari gue, spot snorkeling tercantikterdapat di Pink Beach ini. Akibat Melalaikan Nasehat Kapten Kapal Sebelum kami turun dari kapal, sang kapten mengingatkan supaya jam 3telah kembali ke kapal. “Sekarang ini sedang musim angin mas, bila lewat jam 3 seringkali ada badai”, ucapnya. Keasikan snorkeling, tanpa sadar jam telah mengindikasikan pukul 3 sore. Kapten kapal berteriak supaya kami segera pulang ke kapal untuk kembali ke Labuan Bajo. Tetapi keindahan pink beach menyihir kami untuk menguras waktu tidak banyak lebih lama di sini. Ah, rasanya malas banget mesticepat-cepat pulang. Belum puaaaas..  Akhirnya jam 3.30an kami baru pulang ke kapal. Gue pulang ke kapalmemakai perahu kecil nelayan. Hampir terlibat ke laut sebab badan bergerak. Jadi mestinya badan tetap diam, maklum, perahu kecilnya tanpa tangan. Di samping menawarkan jasa perahu, si bapak nelayan ini pun menjual kalung mutiara, gue juga membelinya. Sampai kapal, si kapten kapal terlihat kesal sebab kami mengingkari perjanjian. Hal buruk juga terjadi, kapal kami dihantam badai. Gue, Arsy dan Pak Oloan TERDIAM sekitar 3,5 jam perjalanan melawan badai. Kalau bukan sebab kepiawaian kapten kapal menaklukan badai, gue barangkali sudah sedang di alam lain. Terbukti! Ketangguhan suku bajo dalam menaklukan lautan. Dari sini gue petik pelajaran. Jangan sesekali meremehkan nasehat orang-orang lokal ketika kita traveling. Mereka lebih tahu mengenai daerahnya daripada kita..